Perusahaan pengembang kecerdasan buatan OpenAI akan memperluas program iklan ChatGPT ke 31 negara di Eropa mulai 24 Agustus mendatang. Dengan demikian, total pasar yang terjangkau program iklan ini akan meningkat menjadi 40 negara. Iklan tersebut akan muncul pada layanan ChatGPT versi gratis dan paket Go yang menjadi pilihan paling terjangkau, sedangkan pelanggan paket Plus, Pro, dan Enterprise tetap dapat menggunakan layanan tanpa gangguan iklan.

OpenAI memastikan iklan akan diberi label secara jelas, dipisahkan dari percakapan utama, dan tidak memengaruhi respons chatbot. Perusahaan menegaskan bahwa mereka tidak akan menjual data pengguna serta akan menjaga privasi percakapan dari pihak pengiklan. Walau demikian, langkah ini mendapat sorotan karena dikhawatirkan adanya potensi eksploitasi hubungan emosional pengguna dengan chatbot untuk tujuan komersial. Pada Januari lalu, Senator Amerika Serikat Ed Markey mengirim surat kepada OpenAI dan beberapa perusahaan teknologi lain, menanyakan upaya mereka dalam membatasi iklan bertarget pada isu sensitif seperti kesehatan, kesehatan mental, dan politik. Pengguna diberikan opsi untuk mengelola preferensi iklan secara personal, serta dapat beralih ke paket berbayar demi pengalaman yang bebas iklan.

Peluncuran iklan di Eropa ini juga memantik perbincangan seputar regulasi di benua tersebut, khususnya terkait Undang-Undang Kecerdasan Buatan Uni Eropa. Aturan tersebut melarang sistem AI yang sengaja menggunakan teknik manipulatif secara sadar, memengaruhi bawah sadar, atau memanfaatkan kerentanan seseorang hingga menyebabkan kerugian serius.

Selain itu, Komisi Eropa saat ini tengah mempertimbangkan apakah fitur pencarian ChatGPT memenuhi kriteria sebagai "mesin pencari daring sangat besar" di bawah Undang-Undang Layanan Digital. Jika diklasifikasikan demikian, maka OpenAI akan menghadapi sejumlah kewajiban tambahan, seperti penilaian risiko tahunan, audit independen, serta penyediaan basis data iklan yang dapat diakses publik.