Sebuah laporan terbaru dari perusahaan asuransi kesehatan resmi Belgia, Inami, yang dirilis oleh La Libre, mengungkapkan peningkatan signifikan pada jumlah masyarakat yang tidak dapat bekerja selama lebih dari satu tahun akibat gangguan kesehatan mental. Sepanjang periode 2021 hingga 2025, jumlah individu yang dinyatakan tidak mampu bekerja karena gangguan mental dan perilaku melonjak 24,8 persen. Kenaikan bahkan lebih tinggi untuk kasus yang disebabkan depresi dan burnout, yakni mencapai 32 persen.
Hingga 31 Desember 2025, tercatat 38,3 persen dari total pekerja yang tidak aktif selama lebih dari satu tahun mengalami masalah kesehatan mental. Dari kelompok ini, sebanyak 70,4 persen mengalami depresi atau burnout, sehingga total kasus untuk dua kondisi tersebut mencapai 155.360 orang. Angka itu meningkat dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 147.684 dan tahun 2021 yang berjumlah 117.452.
Sementara itu, di kalangan pekerja mandiri, kasus ketidakmampuan kerja akibat depresi maupun burnout pada periode 2024-2025 naik sebesar 12,8 persen, dari 7.731 menjadi 8.720 kasus. Untuk pekerja dan pencari kerja, kenaikan tercatat sebesar 4,8 persen.
Laporan ini juga menyebutkan bahwa pada tahun 2025, 53,2 persen penderita depresi atau burnout yang membuat mereka tidak bisa bekerja berasal dari kelompok usia 50 tahun ke atas. Meski perempuan mendominasi lebih dari dua pertiga kasus, peningkatan paling signifikan justru terjadi pada laki-laki. Tidak ditemukan perbedaan mencolok secara regional terkait fenomena ini.
Dari sisi pembiayaan, kasus depresi dan burnout telah membebani sistem asuransi kesehatan Belgia lebih dari 2,5 miliar euro pada tahun 2024. Jumlah ini naik 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan melesat 78 persen sejak 2019.
