Kementerian Kesehatan di Gaza melaporkan bahwa jumlah korban jiwa akibat serangan Israel sejak Oktober 2023 terus bertambah. Dalam 24 jam terakhir, tiga warga Palestina dilaporkan tewas dalam serangan terbaru Israel, sementara dua orang yang sebelumnya terluka meninggal dunia dan satu jenazah berhasil ditemukan dari bawah reruntuhan. Meski telah diberlakukan gencatan senjata, militer Israel masih melancarkan serangan di sejumlah wilayah Gaza.
Data terkini mencatat, total korban jiwa di Gaza telah mencapai 73.311 orang, sementara jumlah korban luka bertambah menjadi 173.924 orang. Berdasarkan laporan PBB dan sumber lokal, masih banyak korban yang belum dapat dievakuasi dari bawah puing bangunan akibat keterbatasan peralatan serta serangan yang terus berlangsung. Sejak diberlakukannya gencatan senjata pada 10 Oktober 2025, setidaknya 1.185 orang tewas, 3.816 orang terluka, dan 803 jenazah ditemukan di bawah reruntuhan.
Laporan lembaga di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa juga memperingatkan bahwa sekitar 1,4 juta warga Gaza berisiko mengalami ketidakamanan pangan akut hingga akhir tahun ini. Kondisi ini diperkirakan akan sangat berdampak pada anak-anak dan perempuan hamil yang tengah menghadapi masalah kekurangan gizi. Pemutusan bantuan kemanusiaan menyebabkan sekitar 1,9 juta penduduk Gaza terancam mengalami krisis pangan hingga Desember 2026.
