Wahana penjelajah Perseverance milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) berhasil menemukan jejak tabrakan asteroid yang diperkirakan berusia sekitar 3,9 miliar tahun di tepi Kawah Jezero, Mars bagian utara. Temuan ini dipublikasikan oleh tim ilmuwan yang dipimpin oleh Imperial College London.

Dalam penelitian tersebut, ilmuwan menemukan tumpukan batu berlapis setinggi 75 meter, yang disebut sebagai anggota Broom Point. Formasi batu ini diyakini terbentuk akibat serangkaian tabrakan asteroid yang terjadi di masa lalu.

Tim peneliti mengidentifikasi enam jenis batuan berbeda dari data yang dikumpulkan Perseverance. Setiap lapisan batuan memuat bukti adanya tabrakan berkekuatan tinggi, termasuk ruang-ruang kosong yang terbentuk akibat gelembung gas dan butiran kaca berwarna gelap yang terbentuk dari aktivitas vulkanik atau akibat tabrakan. Butiran kaca terbesar serupa dengan yang ditemukan pada situs tabrakan asteroid Chicxulub di Bumi, yang pernah menyebabkan kepunahan dinosaurus.

Studi ini juga menemukan bahwa lapisan batuan di sekitar lokasi terbentuk akibat tabrakan kecil di kawasan terdekat dan tabrakan besar di area yang lebih jauh. Selain itu, batuan tersebut kemungkinan juga dipengaruhi oleh aliran lava yang bersentuhan dengan air atau es, serta aliran puing yang sangat cepat.

Para peneliti meyakini bahwa hasil penelitian di Kawah Jezero dan basin tabrakan besar lain di Mars dapat memberikan informasi penting mengenai sejarah geologi di Tata Surya.