Jumlah kasus kekerasan seksual dan pelecehan terhadap anak-anak dan remaja di Jerman dilaporkan mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan laporan yang dirilis Kepolisian Federal Jerman (BKA) untuk tahun 2025, tercatat sebanyak 17.126 kasus pelecehan seksual terhadap anak dilaporkan ke polisi pada tahun lalu, meningkat 772 kasus dibanding tahun sebelumnya. Untuk kelompok remaja, jumlah kasus naik dari 1.191 menjadi 1.239 kasus. Lebih dari separuh pelaku diketahui mengenal korbannya, sementara mayoritas korban merupakan anak perempuan.
Laporan BKA juga mencatat adanya kasus pelecehan seksual terhadap bayi. Salah satu kasus melibatkan mantan kepala sebuah panti asuhan yang meminta beberapa ibu untuk melakukan pelecehan berat terhadap bayi mereka sendiri dengan imbalan uang, kemudian mengirimkan rekamannya kepada pelaku. Dari hasil penyelidikan, teridentifikasi 12 bayi korban yang masih berusia sangat muda. Laporan tersebut menekankan bahwa angka-angka ini hanya mencakup kasus yang tercatat secara resmi, dengan kemungkinan jumlah kasus sebenarnya jauh lebih tinggi.
Kepala BKA, Holger Münch, menyoroti bahwa semakin banyak tindak kejahatan yang terekam di ranah digital, sehingga memicu pertumbuhan kasus setiap tahunnya. Laporan ini juga memperingatkan bahaya meningkatnya pemanfaatan kecerdasan buatan, terutama dalam pembuatan adegan kekerasan dan pelecehan buatan yang menyerupai gambar nyata.
Menteri Dalam Negeri Jerman, Alexander Dobrindt, bersama Penanggung Jawab Pemerintah Federal untuk Penanggulangan Pelecehan Anak, Kerstin Claus, mengingatkan pentingnya menutup celah hukum dan mempercepat proses peradilan untuk memberikan perlindungan lebih efektif bagi anak-anak.
