Belanda tengah menghadapi peningkatan jumlah kekurangan di berbagai sektor, yang menimbulkan risiko baru berupa kelebihan jumlah isu kekurangan atau 'tekortoverschot'. Dalam pernyataan bersama yang dirilis oleh SCP, RIVM, KNMI, dan ANWB, disebutkan bahwa selain kekurangan air, anggaran, dan waktu tidur, masalah sebelumnya seperti kekurangan guru, permintaan dan pasokan barang, susu formula bayi, serta perumahan juga kembali mencuat.
Dengan tambahan ini, total kekurangan yang teridentifikasi di Belanda mencapai 943 kasus. Para pakar juga memperingatkan bahwa jika terjadi kekurangan baru, seperti di sektor penyimpanan gas alam, jumlah tersebut bisa menembus angka seribu.
Guru Besar Matematika Terapan, Bert Bokhoven, mengungkapkan bahwa fenomena kelebihan kekurangan ini berpotensi tercatat secara resmi untuk pertama kalinya. Meski telah dilakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui peta dan kode warna, Bokhoven menilai tingkat kesadaran publik terhadap isu ini masih rendah. Survei di jalanan juga menunjukkan sebagian besar warga tidak merasa perlu mengambil tindakan segera mengenai ragam kekurangan yang ada.
Para pakar menekankan perlunya langkah-langkah cepat dari pemerintah untuk mengendalikan situasi ini. Bokhoven menyoroti, solusi utama dari persoalan kelebihan kekurangan adalah secara bertahap mengurangi jumlah kekurangan tersebut, kecuali jika justru terjadi kekurangan amunisi untuk melakukan langkah strategis. Ia juga mengingatkan kemungkinan munculnya jenis kekurangan baru, seperti kekurangan waktu, yang patut diwaspadai.
