Pemerintah Kota Berlin mengambil langkah baru untuk mengatasi lonjakan harga sewa dengan meluncurkan aplikasi digital bernama Mietenscan. Aplikasi ini diperkenalkan sebagai upaya untuk memantau dan menganalisis secara otomatis iklan properti daring yang diduga melanggar peraturan kenaikan harga sewa.

Senator Urusan Perkotaan Berlin, Christian Gaebler, menyatakan bahwa kehadiran aplikasi ini bertujuan melindungi penyewa, khususnya di masa-masa krisis, sekaligus mendukung pencarian hunian dengan harga terjangkau. Ia menambahkan, melalui pemantauan digital secara real-time, diharapkan pelanggaran atas aturan sewa dapat segera terdeteksi dan ditindaklanjuti.

Dalam pemeriksaan awal pada bulan Juni, dari lebih dari 7.700 iklan properti yang dianalisis, sekitar 46 persen di antaranya ditemukan mengindikasikan adanya kenaikan harga sewa yang melampaui batas hukum. Para pemilik properti yang dinilai melanggar aturan telah mendapatkan pemberitahuan agar melakukan peninjauan ulang atas besaran harga sewa yang diajukan.

Pemerintah Berlin menegaskan aplikasi ini akan dioperasikan secara rutin setiap bulan untuk mencegah pelanggaran berulang. Berdasarkan undang-undang pengendalian sewa yang berlaku di Jerman, harga sewa tidak boleh melebihi 10 persen dari rata-rata lokal. Jika melebihi ambang 20 persen, pemilik bisa dikenai denda, sementara permintaan sewa yang melampaui 50 persen dari batas tersebut dapat dianggap sebagai pelanggaran pidana. Berlin berharap langkah ini dapat menciptakan iklim yang adil bagi seluruh penyewa dan pemilik properti sekaligus menjaga kepentingan masyarakat kota.