Penjualan mobil listrik secara global mengalami penurunan tipis pada paruh pertama tahun 2026. Berdasarkan laporan terbaru dari Badan Energi Internasional (IEA), penjualan mobil listrik di seluruh dunia tercatat mencapai 9 juta unit, turun sekitar 1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan ini terutama disebabkan oleh anjloknya permintaan di Tiongkok, yang mencatat penurunan penjualan hampir 20 persen setelah pemerintah negara tersebut mengurangi insentif pembelian kendaraan listrik. Kondisi tersebut memberikan dampak signifikan pada angka penjualan global karena Tiongkok merupakan pasar mobil listrik terbesar di dunia.

Sementara itu, sejumlah negara seperti Australia, Brasil, India, Korea Selatan, dan Vietnam justru mengalami lonjakan penjualan mobil listrik pada kuartal kedua tahun ini. Di negara-negara tersebut, penjualan selama Maret hingga Juni 2026 melonjak hingga dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di Eropa, tren penjualan mobil listrik justru meningkat tajam. Selama enam bulan pertama 2026, terjadi pertumbuhan penjualan sebesar 30 persen, dengan rekor peningkatan terlihat di pasar utama seperti Jerman, Spanyol, dan Italia. Secara keseluruhan, lebih dari 30 persen kendaraan baru yang terjual di Uni Eropa pada periode tersebut merupakan mobil listrik.

Penurunan penjualan mobil secara global sebesar 5 persen turut dipengaruhi oleh ketidakpastian ekonomi, kenaikan harga bahan bakar, serta perubahan kebijakan di sejumlah negara.