Pemerintah Jerman menyiapkan sebuah rencana aksi baru untuk menghadapi kemungkinan terjadinya pemadaman listrik yang berlangsung dalam jangka waktu lama. Berdasarkan laporan dari Badan Jaringan Federal, sejak tahun 2024, pemerintah telah mengembangkan sebuah pusat krisis bertajuk 'Platform Keamanan Listrik' guna mengantisipasi situasi darurat.

Langkah ini diambil setelah pada bulan Januari lalu, Berlin mengalami pemadaman listrik yang berdampak pada ribuan rumah tangga. Insiden tersebut meningkatkan kekhawatiran publik terhadap potensi gangguan suplai listrik yang berskala besar dan berlangsung lama di seluruh negeri.

Dokumen yang diperoleh sejumlah media terkemuka di Jerman mengungkapkan bahwa rencana aksi yang disusun mencakup pengawasan terhadap konsumsi listrik di fasilitas industri besar, pengelolaan infrastruktur vital agar pasokan listrik tetap stabil, serta pemberlakuan kebijakan pengurangan pemakaian listrik oleh konsumen besar dengan pemberitahuan antara 24 jam hingga tiga hari.

Teknologi dan infrastruktur sistem akan dibangun oleh perusahaan Amprion. Pemerintah menegaskan bahwa upaya ini bukan tindakan pemadaman secara regional, melainkan langkah darurat yang berlaku di tingkat nasional.

Data resmi menunjukkan, rata-rata lama pemadaman listrik per konsumen di Jerman saat ini hanya 11,7 menit per tahun. Namun, Amprion memperingatkan bahwa di masa mendatang diperlukan kapasitas cadangan yang lebih besar, karena perencanaan daya listrik yang ada saat ini dinilai belum cukup untuk jangka panjang. Selain itu, dokumen internal menunjukkan bahwa proyek ini dijalankan secara tertutup untuk mencegah kepanikan di tengah masyarakat.