Observasi terbaru yang dilakukan teleskop luar angkasa Euclid milik Badan Antariksa Eropa (ESA) berhasil mengungkap informasi penting mengenai pembentukan dan persebaran lengan spiral galaksi. Teleskop yang telah beroperasi sejak sekitar dua tahun lalu ini awalnya dirancang untuk meneliti perluasan alam semesta, namun kini turut memberikan wawasan baru terkait struktur lengan pada galaksi spiral yang berjarak jutaan tahun cahaya dari Bumi.
Penelitian yang dipublikasikan di The Astrophysical Journal dan dipimpin oleh Prof. Beverly Smith dari East Tennessee State University melibatkan analisis terhadap lebih dari 380 ribu galaksi. Hasil studi mengungkap bahwa sekitar 60 hingga 70 persen galaksi memiliki dua lengan utama, sementara sekitar 15 hingga 20 persen galaksi memiliki tiga lengan. Diketahui pula, galaksi dengan tonjolan besar di pusatnya cenderung memiliki dua lengan dominan, sedangkan galaksi yang bagian tengahnya kurang masif memiliki kecenderungan punya lebih banyak lengan. Pola lengan galaksi ini juga dinilai berkaitan dengan tingkat pembentukan bintang dan massa galaksi tersebut.
Para peneliti menegaskan, jumlah lengan spiral bukan sekadar karakteristik menarik, melainkan juga berpotensi menjadi indikator tentang kepadatan materi di bagian dalam galaksi, khususnya distribusi materi gelap. Meski temuan ini belum sepenuhnya menjawab berbagai pertanyaan seputar proses pembentukan dan evolusi lengan spiral, hasil penelitian ini memberikan petunjuk baru tentang bagaimana salah satu struktur paling menonjol di alam semesta, yaitu galaksi spiral, terbentuk dan berevolusi.
