Belgia dijadwalkan akan menyaksikan fenomena gerhana matahari terbesar dalam 25 tahun terakhir pada Rabu, 12 Agustus mendatang. Berdasarkan data dari Observatorium Kerajaan, di kota Brussel, bulan akan menutupi sekitar 89 persen permukaan matahari, atau setara 91 persen diameter matahari. Fenomena langka ini akan dimulai pada pukul 19.18 waktu setempat, mencapai puncaknya pada 20.13, dan dapat diamati di seluruh wilayah negara tersebut.
Kondisi terbaik untuk mengamati gerhana diperkirakan terjadi di kota-kota di wilayah utara dan barat Flandria, seperti Furnes, Ostende, Bruges, Poperinge, Courtrai, Gand, Audenarde, Tournai, dan Essen. Di kota-kota tersebut, masyarakat dapat melihat hampir seluruh rangkaian gerhana, sedangkan di wilayah lain matahari akan terbenam sebelum gerhana selesai. Para ahli menyarankan pengamatan dilakukan di area yang menghadap barat sampai barat laut dengan pandangan bebas ke horizon, dengan lokasi di kawasan pesisir dianggap paling ideal.
Para pakar juga mengingatkan bahaya mengamati gerhana dengan mata telanjang, karena dapat menyebabkan kerusakan permanen pada retina. Untuk itu, masyarakat diwajibkan menggunakan kacamata pelindung yang memiliki sertifikasi internasional ISO 12312-2. Kacamata ini dapat diperoleh di toko optik dan observatorium, meskipun stoknya dilaporkan cepat habis.
Gerhana matahari kali ini menjadi peristiwa terbesar di Belgia setelah gerhana total pada 11 Agustus 1999. Gerhana total berikutnya baru akan terjadi pada tahun 2142, sedangkan gerhana sebagian diperkirakan akan kembali terjadi pada 2027, 2028, dan 2030.
