Ibu kota Belgia, Brussel, kembali mencatatkan gelombang perpindahan penduduk yang signifikan pada tahun 2025. Berdasarkan data terbaru, lebih dari 37.000 orang memilih meninggalkan Brussel sepanjang tahun lalu untuk mencari kualitas hidup yang lebih baik.

Mayoritas penduduk yang hengkang memutuskan pindah ke Wilayah Flandria atau Wilayah Wallonia, dengan pertimbangan utama mendapatkan hunian yang lebih luas dan terjangkau dibandingkan di pusat kota Brussel.

Peningkatan tren kerja jarak jauh menjadi salah satu pemicu utama fenomena ini. Banyak keluarga kini memilih tinggal di luar kota, meninggalkan biaya hidup tinggi serta keterbatasan ruang di Brussel dan beralih ke perumahan di kawasan pinggiran yang menawarkan harga lebih masuk akal.

Para ahli menilai, fleksibilitas sistem kerja yang semakin meluas menyebabkan faktor jarak, ukuran rumah, dan anggaran tidak lagi menjadi hambatan utama dalam pengambilan keputusan pindah domisili. Kebijakan kerja yang lebih luwes membuat masyarakat lebih bebas menentukan pilihan tempat tinggal di luar pusat kota.

Lonjakan perpindahan ini kebanyakan mengarah ke wilayah pedesaan Flandria dan Wallonia sehingga mendorong evaluasi ulang sistem perumahan dan keseimbangan pembangunan antara pusat kota dan daerah pinggiran di Belgia. Pemerintah kota Brussel pun kini tengah mencari solusi jangka panjang guna menjawab tantangan terbaru dari pola perpindahan penduduk ini.