Komisi Uni Eropa mengumumkan akan mendukung pembangunan tujuh pusat kecerdasan buatan (AI) berskala besar guna meningkatkan daya saing dengan Amerika Serikat dan Tiongkok di bidang teknologi AI. Dalam pengumuman pada 31 Juli, otoritas menyatakan proyek senilai total 30 miliar euro tersebut akan didanai 5 miliar euro dari anggaran Uni Eropa, sementara sisanya berasal dari kontribusi negara anggota dan sektor swasta.
Fasilitas baru ini akan menggabungkan teknologi superkomputer dan pusat data canggih, serta diperuntukkan untuk pelatihan model-model AI terbaru. Sejumlah tantangan utama yang ingin diatasi melalui proyek ini antara lain penyesuaian standar lingkungan hidup, ketergantungan pada teknologi Amerika, serta ketidakpastian terkait pembiayaan.
Pengalokasian dana ini merupakan kelanjutan dari pengumuman dalam KTT Aksi Kecerdasan Buatan di Paris pada 2025, yang awalnya merancang lima pusat keunggulan AI, namun kini diperluas menjadi tujuh megafasilitas.
Perusahaan yang ingin terlibat diwajibkan menyuntikkan dana minimal dua kali lipat dari dana publik yang diterima. Melalui langkah ini, Komisi Eropa menargetkan meningkatkan daya saing sektor AI Eropa, memperkuat kemandirian strategis, dan mengukuhkan peran Eropa sebagai pemimpin global di bidang teknologi.
