Jumlah warga Brussel yang menerima tunjangan pengangguran pada Juli tercatat menurun tajam sebesar 40,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi 20.848 orang. Berdasarkan data yang dirilis oleh lembaga ketenagakerjaan Actiris, penurunan signifikan ini erat kaitannya dengan kebijakan pembatasan masa pembayaran tunjangan pengangguran di wilayah tersebut.
Namun demikian, jumlah pengangguran terdaftar di Brussel justru meningkat, mencapai 97.392 orang atau naik 3,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan juga terjadi pada kelompok pengangguran yang mencari bantuan ke pusat layanan sosial (CPAS), dengan jumlah mencapai 33.075 orang atau sekitar 34 persen dari total penganggur. Angka ini melonjak hingga 70,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Tingkat pengangguran di Brussel kini berada di angka 15,7 persen, naik 0,23 poin dibandingkan tahun lalu. Actiris menegaskan bahwa perubahan dalam kebijakan tunjangan pengangguran tidak berbanding lurus dengan penurunan jumlah penganggur secara keseluruhan, melainkan mendorong lebih banyak orang berpindah ke sistem bantuan sosial.
Kondisi pengangguran pada kelompok usia muda juga menjadi sorotan dengan jumlah penganggur berusia di bawah 25 tahun meningkat 17 persen. Sebaliknya, jumlah penganggur jangka panjang yang menganggur lebih dari dua tahun mengalami penurunan tipis sebesar 1,1 persen. Sementara itu, angka pengangguran antara laki-laki dan perempuan tercatat hampir seimbang.
