Badan Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Nasional Belanda (RIVM) mengumumkan bahwa mulai 29 Juli, Rencana Nasional Gelombang Panas diaktifkan di wilayah selatan dan timur negara tersebut. Kebijakan ini diberlakukan setelah adanya koordinasi dengan Institut Meteorologi Belanda (KNMI) sehubungan dengan meningkatnya suhu udara. Provinsi yang terdampak meliputi Limburg, Noord-Brabant, Gelderland, dan Overijssel, serta menjadi kali ketiga rencana ini diaktifkan sepanjang tahun ini.

Pihak berwenang mengingatkan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti lansia, penderita penyakit kronis, individu yang hidup dalam isolasi sosial, tuna wisma, dan anak-anak, untuk lebih waspada terhadap dampak suhu panas. Kelompok-kelompok ini umumnya lebih sulit mengontrol suhu tubuh dan seringkali lebih lambat merasakan haus. Para ahli juga menyoroti peningkatan risiko kelelahan, sakit kepala, penurunan konsentrasi, serta masalah kesehatan serius seperti dehidrasi dan heat stroke selama periode gelombang panas.

RIVM menekankan pentingnya peran pengasuh dan keluarga dalam memberikan perhatian ekstra kepada mereka yang rentan. Masyarakat diimbau menjaga rumah tetap sejuk dengan menutup tirai, menggunakan alat pendingin, serta membatasi aktivitas luar ruangan pada saat suhu tertinggi. Selain itu, disarankan untuk mengambil langkah perlindungan terhadap paparan sinar matahari langsung dan memastikan asupan cairan yang cukup demi menjaga kesehatan selama cuaca panas.