Belgia tengah menghadapi ancaman kenaikan harga pangan akibat gelombang panas yang melanda musim panas tahun ini serta dampak konflik di Timur Tengah. Perubahan iklim yang terjadi menyebabkan bulan Juni menjadi periode gelombang panas paling mematikan dalam sejarah negara tersebut, sehingga hasil panen pun terdampak signifikan. Para petani buah di Belgia pun mulai merasakan kerugian akibat penurunan hasil produksi.

Selain cuaca ekstrem, pasokan dan harga pupuk turut terdampak oleh konflik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah. Situasi ini menyebabkan ketidakpastian terkait besarnya dampak yang akan dirasakan konsumen, namun sejumlah pakar memperkirakan lonjakan harga pangan akan semakin kentara pada musim gugur mendatang. Beberapa produk seperti daging segar, ikan, dan kopi bahkan sudah mulai mengalami kenaikan harga secara signifikan.

Tingginya harga pangan di Belgia mendorong sebagian konsumen berbelanja ke negara tetangga, Prancis, yang menawarkan harga lebih murah. Riset menunjukkan, harga bahan pangan pokok di Prancis bisa 44 persen lebih rendah dibandingkan dengan Belgia. Menghadapi kondisi ini, pemerintah setempat tengah mempertimbangkan revisi kebijakan pajak dan menurunkan sejumlah pajak konsumsi tertentu guna mengurangi tren belanja lintas negara.