Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan mobilisasi bantuan secara mendesak dan menyeluruh untuk mengatasi wabah Ebola yang masih berlangsung di Republik Demokratik Kongo. Koordinator Ebola PBB, Julien Harneis, menyoroti bahwa jumlah kasus infeksi Ebola di negara itu terus meningkat pesat dengan angka kasus yang berlipat ganda setiap dua puluh hari. Ia menegaskan bahwa upaya bantuan yang ada saat ini masih jauh dari cukup untuk menahan laju penyebaran penyakit tersebut.

Menurut Harneis, kebutuhan mendesak seperti pasokan bantuan, alat pelindung diri, tenaga medis, dan logistik harus segera ditingkatkan. Ia juga menambahkan bahwa penanganan cepat dapat memberikan peluang lebih besar bagi para pasien untuk bertahan hidup.

Sebagai perbandingan, wabah Ebola di Afrika Barat pada 2014 dan 2015 telah menyebabkan lebih dari 11.000 korban jiwa. Sementara itu, pada periode 2018-2020, Kongo mengalami wabah kedua terbesar yang menewaskan sekitar 2.300 orang. Data otoritas kesehatan Kongo menunjukkan bahwa wabah kali ini telah menelan lebih dari 1.400 jiwa hingga saat ini.

Ebola merupakan penyakit mematikan yang menular melalui kontak fisik, terutama melalui cairan tubuh penderita. Petugas kesehatan mengungkapkan bahwa lonjakan tajam kasus ini hanya dapat dikendalikan dengan dukungan darurat dari komunitas internasional. Para pejabat menyerukan agar masyarakat global segera memberikan bantuan guna menangani krisis ini.