Komisi Eropa telah mencairkan dana sebesar 896 juta euro atau sekitar Rp 14,9 triliun kepada Bulgaria sebagai bagian dari pembayaran tahap keempat dalam program Rencana Pemulihan dan Ketahanan. Pembayaran ini dilakukan setelah Bulgaria dinilai berhasil menjalankan sebagian besar reformasi dan investasi yang telah disepakati bersama Uni Eropa.

Anggaran tersebut merupakan bagian dari total dana 1,86 miliar euro yang disalurkan hari ini kepada empat negara, yakni Bulgaria, Belgia, Denmark, dan Slovenia, dalam kerangka program NextGenerationEU. Untuk Bulgaria, pembayaran tahap keempat sebelumnya diajukan pada 2 April 2026 dengan permintaan 1,1 miliar euro. Komisi Eropa kemudian menyetujui sebagian besaran dana tersebut setelah mendapat persetujuan dari Dewan Uni Eropa.

Dalam keterangan tertulis, Komisi Eropa menyebutkan bahwa Bulgaria telah mencapai kemajuan penting di sejumlah bidang, seperti penguatan supremasi hukum, perbaikan iklim bisnis, pembentukan Komisi Independen Anti-Korupsi, serta penerapan aturan baru tentang kegiatan lobi. Selain itu, sekitar 1.400 rumah tangga telah menerima sistem pemanas air bertenaga surya dan instalasi fotovoltaik sebagai bagian dari upaya memperluas pemanfaatan energi terbarukan. Pemerintah juga dilaporkan melakukan perubahan regulasi untuk mendukung transportasi berkelanjutan melalui kontrak layanan kereta api, promosi kendaraan listrik, serta pembentukan kawasan rendah emisi.

Meski demikian, Bulgaria belum menerima keseluruhan dana yang diajukan dalam permintaan pembayaran tahap keempat. Komisi Eropa menegaskan, masih ada tiga kewajiban utama yang harus dipenuhi negara tersebut, yaitu pengesahan legislasi tentang transportasi umum, penerapan reformasi di sektor air dan sanitasi, serta realisasi dukungan untuk sektor kebudayaan.

Sampai saat ini, Bulgaria telah memanfaatkan 68 persen dari total alokasi dana dalam Rencana Pemulihan dan Ketahanan Nasional, yakni senilai 6,17 miliar euro. Komisi Eropa juga mengingatkan semua proyek harus diselesaikan paling lambat 31 Agustus tahun ini, permintaan pembayaran harus diajukan paling lambat 30 September, dan seluruh pembayaran akhir direncanakan rampung pada akhir tahun 2026.