Prancis saat ini menghadapi tingkat kekeringan terparah pada bulan Juli sejak tahun 2012. Data yang dirilis oleh European Drought Observatory menunjukkan bahwa hingga pertengahan Juli, sekitar 96,5 persen wilayah daratan utama Prancis mengalami kekeringan. Akibatnya, pemerintah memberlakukan pembatasan air secara parsial maupun penuh hampir di seluruh wilayah, kecuali tiga departemen. Sejumlah wilayah bahkan menerapkan langkah tambahan untuk mengatasi krisis air yang semakin memburuk.

Di Departemen Orne, lima kawasan yang terdampak krisis kekeringan kini menetapkan aturan baru guna mencegah kekurangan suplai air. Sementara itu, di Departemen Aisne, sejumlah aktivitas seperti mencuci kendaraan dan mengisi kolam renang dilarang karena menurunnya cadangan air, serta terdapat pembatasan penggunaan air bagi para petani. Di Departemen Drome, pembatasan yang sudah ada kini diperketat guna menghemat air lebih lanjut.

Situasi serupa juga terjadi di Jerman. Data dari Layanan Meteorologi Jerman mengungkapkan bahwa negara tersebut belum siap menghadapi periode kekeringan yang berkepanjangan. Di kawasan Rhine-Westphalia Utara, tercatat bulan Juli dengan tingkat kekeringan terparah sejak tahun 1881. Lebih dari seratus kota dan kabupaten kini menerapkan aturan pembatasan konsumsi air. Di kota München, misalnya, kegiatan seperti mengisi kolam taman, menyiram rumput, serta mencuci mobil untuk sementara dilarang. Para pakar menilai perlunya pengelolaan air yang lebih berkelanjutan untuk menghadapi ancaman kekeringan yang terus meningkat.